Relationship Coach

Wahai Pria

Dear ManSubhanallah, sharetweet saya #WahaiPria banyak sekali yang meretweet… Dan kalau anda menebak mayoritas yang melakukan RT adalah kaum wanita, anda benar :). Apakah ini yang ingin diungkapkan oleh para wanita, namun enggan atau takut untuk diutarakan? Saya kembalikan kepada anda untuk menilainya sendiri.

Saya sharing #WahaiPria ini karena kurang lebih inilah yang dicurhatkan klien saat sedang konseling. Melalui sharing ini saya ingin mengajak para pria untuk lebih mau mendengar jeritan hati para wanita yang menjadi pasangan hidupnya, yang menjadi istrinya. Apakah saya sebagai orang yang menulis ini sudah sempurna? Waaah… masih jauuuh… Jadi, karena saya juga seorang pria berarti materi #WahaiPria ini juga berlaku buat saya.

Selamat menikmati… :)

#WahaiPria, sadarkah engkau di hari akhir nanti akan dimintai pertanggung jawaban mu, atas anak dan istrimu?

#WahaiPria, sadarkah saat ijab qabul, engkau bertanggung jawab atas istrimu? Menafkahinya? MEMBIMBINGNYA?

#WahaiPria, sudahkah engkau tahu bagaimana cara MEMBIMBING istrimu? Sudahkah engkau memiliki ilmunya? Skillnya?

#WahaiPria, sudahkah engkau MEMANTASKAN diri untuk bisa menjadi kepala rumah tangga? Menjadi nahkoda?

#WahaiPria, inikah jawabanmu saat ditanya di hari akhir nanti? | “Habiiiisss… saya kesal, dia tdk mau menghargai saya” 

#WahaiPria, janganlah MENUNTUT istrimu untuk menghargaimu. Sudahkah dirimu layak untuk dihargai?

#WahaiPria, apakah karena statusmu sebagai suami, maka engkau merasa wajib untuk dihargai? Hmm… sudahkah engkau penuhi KEWAJIBANMU?

#WahaiPria, apakah hanya dengan menafkahi istrimu, artinya engkau telah MENUNAIKAN semua kewajibanmu?

#WahaiPria, sudahkah engkau BERJUANG menciptakan SURGA di rumahmu? Mengisinya dengan istrimu sebagai bidadarinya?

#WahaiPria, apakah dengan menutup mata terhadap ‘kebutuhan’ istri akan menyelesaikan masalah? | Dengan mengatakan… “Kamu mengada2 saja nih”

#WahaiPria, apakah ADIL engkau menuntut ‘kebebasan’ bersama teman-temanmu sementara HAK istrimu untuk berkumpul belum engkau penuhi?

 

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter : @noveldy

5 Responses on “Wahai Pria

  1. Din Setyodiningrat says:

    Kalimat diatas merupakan ungkapan dari sisi seorang istri dan mungkin bisa dijadikan masukan yang baik bagi kaum suami… utamakan komunikasi yang baik dan dijaga secara konstan oleh para suami istri agar kalimat tersebut tidak terucap.Saling menerima koreksi adalah langkah yang baik untuk mempertahankan sebuah pernikahan…. Tidak ada manusia yang sempurna dimuka bumi ini baik kaum laki maupun wanita.

  2. risky julizar says:

    seperti saya belum menjadi seorang “pria” setelah baca artikel ini…. menohok sekali….

  3. raffa says:

    Tdk mudah u para pria mengakuinya dan mengerti tentang itu semua

  4. wuland says:

    andai semua pria membaca dengan pikiran terbuka…alangkah indah dunia akhirat kita..amin..

  5. Evi says:

    Sepertinya bisa membuat para pria tersinggung ya.. *_*

Leave a Reply