Relationship Coach

Sudah adilkah saya?

unfairKalau saat ini ada yang bertanya kepada anda mana yang lebih penting keluarga atau karir, saya yakin sekali sebagian besar dari anda menjawab keluarga. Saya yakin juga saat anda menjawab keluarga, sebagian dari anda dalam hati merasakan bahwa apa yang anda katakan itu ‘tidak benar’. Gak percaya? Coba deh sekarang anda jawab sendiri pertanyaan tsb, dan anda coba secara jujur rasakan apa yang ada di dalam hati anda…

Masih belum yakin? Yuk coba anda beri perhatian pada checklist ini…

Berapa waktu yang anda sediakan untuk keluarga? Saat anda pulang ke rumah, apakah energi yang anda berikan untuk keluarga itu yang terbaik dari anda atau hanya  ‘energi sisa’ setelah anda letih di kantor? Apakah saat sedang ada ketidaknyamanan dalam hubungan dengan pasangan anda memiliki sikap dan energi yang minimal sama seperti yang anda berikan untuk pekerjaan anda,  dimana anda lebih memiliki toleransi, lebih mau mendengar, punya keinginan yang besar untuk mencari solusi? Apakah anda sudah memiliki ‘target’ yang jelas seperti saat anda bekerja di kantor, untuk memiliki keluarga yang bahagia?

Mungkin masih banyak yang bisa ditanyakan dan saya yakin saat ini beberapa dari anggukannya cukup dalam saat berusaha menjawab checklist tsb. Dan anda bisa terjemahkan sendiri arti dari anggukan anda :). Namun saat ini saya ingin mengajak anda untuk melihat dari sisi apa yang sudah anda ‘persiapkan’ untuk bisa ‘berhak’ mendapatkan keluarga yang harmonis dan bahagia.

Bagi anda yang saat ini sudah bekerja, saya punya pertanyaan untuk anda. Berapa lama anda sekolah? Yuk kita hitung… SD, SMP, SMA, kuliah (D3-S1). Mungkin ada diantara anda yang sudah S2. Ada juga yang sudah mengambil kursus yang terkait dengan bidang pekerjaan anda, training-training ataupun sertifikasi yang diharapkan bisa membantu karir anda. Yup, K A R I R.

Pertanyaan saya, apa yang sudah anda persiapkan sebagai bekal anda untuk mencapai sebuah keluarga yang bahagia? Sudah berapa banyak buku tentang membangun keluarga bahagia, buku tentang memahami manusia, buku tentang membangun komunikasi yang baik, yang sudah anda baca? Sudah berapa banyak kursus dan training tentang keluarga bahagia yang telah anda ikuti? Sudahkah anda memiliki mentor yang kompeten untuk bisa mencapai impian anda tentang keluarga bahagia? Sudahkah anda secara sengaja menambah pengetahuan dan skill anda? Apa yang sudah anda lakukan untuk ‘menyempurnakan’ langkah anda setelah memasuki jenjang pernikahan? Atau pertanyaan yang lebih mendasar lagi, apakah anda sendiri sudah bisa menggambarkan secara jelas konsep keluarga bahagia menurut versi anda sendiri? Atau (mudah-mudahan ini bukan anda) jangan-jangan saat ini anda masih tidak merasa perlu untuk melakukan semua hal tsb diatas?

Mudah-mudahan anda sudah bisa menangkap arah dari tulisan ini. Ya, saya ingin mengajak anda untuk melakukan introspeksi. Dimana seringkali antara apa yang kita pikirkan dan kita lakukan ternyata tidak selalu sejalan. Demikian juga saat kita mendapatkan pertanyaan mana yang lebih penting antara keluarga dan karir…

Mudah-mudahan sekarang anda sudah bisa menjawab judul dari artikel ini… sudah adilkah saya?

Jawaban yang anda berikan akan sangat memperngaruhi apa tindakan anda ke depan dan bisa sangat mempengaruhi masa depan kehidupan pernikahan anda nantinya :)

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @noveldy

One Response on “Sudah adilkah saya?

  1. Ayu says:

    Miris sekali Om, dmn ini jg terjadi di keluarga sy…. Sy mengorbankan planning hdup sy & pendidikan sy demi membina RT smntara Psngn ingin mnjd shbt terbaik, teman terbaik, suami terbaik, rekan bisnis terbaik, namun ingin segalanya instant dan bahkan melakukan byk hal tnp memikirkan psngannya dmn pdhl utk mencapai level itu hrs menuntaskan level2 sblmnya……;(((((

Leave a Reply