Relationship Coach

Pernikahan Impian, Nikmati Prosesnya

Semua yang menikah pasti senang sekali jika bisa mencapai dan menikmati pernikahan impian mereka. Namun apakah mereka mau nikmati prosesnya?

Kisah dibawah ini adalah kisah nyata, tentang bagaimana perjuangan untuk mencapai kualitas kehidupan pernikahan seperti yang diimpikan. Semoga bisa memberikan inspirasi dan manfaat. Selamat menikmati :)

You are going to be tested.. in the beginning, in the middle or at the end of your life. But you are going to be tested..

rollercoaster1Kami bersyukur sering dengar kalimat bijak ini, sehingga kami bisa melewati turbulance yang cukup dahsyat dalamkehidupan pernikahan kami. Tahun-tahun awal pernikahan kami laksana roller coaster yang lebih sering terjun bebas menuju jurang perpisahan. Kami berdua adalah dua orang yang saling mencintai & saling membutuhkan. Tapi cinta kami diuji begitu dahsyat…

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, kami diijinkanNya untuk melalui test dengan baik . Di saat genting, di saat kami belum melihat ada harapan.. kami punya impian. Pada saatnya nanti kami berhasil melalui ini semua… kami akan berbagi pengalaman

Rasa sakit bahwa dua orang saling mencintai tidak bisa saling memiliki, begitu dalam tertanam… Membuat kami tidak ingin hal ini dialami oleh siapapun juga.  Seorang sahabat yang mensupport kami pun pernah bilang, kalau dia yang mengalami seperti itu, dia tidak akan tahan..

Alhamdulillah kami diberi kekuatan untuk melalui ujian kami dengan baik. Entah berapa kali pernikahan kami diujung tanduk… Entah berapa kali lututku seperti tidak dapat menyangga badan karena begitu takutnya akan perpisahan diantara kami. Beberapa kali aku  dapat merasakan.. oooh, begini rasanya orang yang sudah putus harapan dan ingin menjadi tanah saja. Aku bersyukur, aku masih dekat dengan Sang Pencipta. Itu yang membuatku masih berpikir jernih.

Aku memiliki seorang suami yang “too good to be true”… Impiannya adalah aku. Ya, aku adalah impiannya. Impiannya memiliki istri yang mendampingi dan bahu membahu berjuang menuju sebuah keluarga yang utuh, penuh kehangatan dan kasih sayang.  Impiannya ingin pacaran terus dengan sang istri.

Pernikahan Impian Nikmati ProsesnyaImpiannya adalah siapapun yang menjadi istrinya akan menjadi wanita yang sangat beruntung. His song for me has always been : “A Whole New World”. Ya, aku punya suami yang begitu ingin membawa aku menuju dunia yang begitu indah bersamanya. Very beatiful dream…

Tapi perbedaan diantara kami yang begitu besar dan begitu beragam membuat tanpa sadar, aku membunuh impiannya. Pola pikir, karakter, latar belakang keluarga, kebutuhan emosi & yang paling penting, tingkat kedewasaan kami yang begitu berbeda. Tanpa kami inginkan, tanpa kami sadari kami saling menyakiti.

Sampai hari ini, mata ini selalu basah dengan air mata, mengingat betapa aku bersyukur punya suami yang punya impian yang begitu kuat.  If the dream is big enough, the facts don’t count.

Perbedaan yang begitu besar diantara kami tidak membuat suamiku mundur setapakpun untuk membuat impiannya menjadi kenyataan. Selama 7 (tujuh) tahun dengan sabar dia memberi contoh, membimbing & memberi support yang luar biasa.

Tak terhitung berapa kali aku jatuh dan jatuh lagi. Mengulang kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Kesalahn yang membuat dia begitu sakit dan terpuruk. Saat itu, hanya doa yang membuat kami bertahan. Saat itu aku berpikir,akan sangat sulit untuk mendapatkan maafnya kembali. Tidak ada alasan apapun untuk membuatnya mau menerima aku kembali.

Tapi selalu kukatakan kepada diriku sendiri, kalau Tuhan bersamaku, aku akan mendapatkan dia kembali. Kesalahan yang aku lakukan mungkin terlihat remeh. Tapi aku lakukan itu di saat kritis dan aku lakukan untuk yang kesekian puluh kalinya.

Itulah aku yang dulu, yang tidak terlatih untuk peka, tidak terbiasa untuk “membaca’ situasi dan tidak memaksa diri untuk selalu stop & think. Kalau anda menebang pohon saat  mengayunkan kapak yg ke 100. apakah ayunan yg ke 100 yang membuat pohon tersebut tumbang? Ayunan yang ke 100 mungkin tidak sekuat yang pertama, tapi ayunan kapak anda dari 1-99 yang membuat ayunan ke 100 menumbangkan pohon tersebut.

That’s what I did. Entah berapa kali kali aku membuat ayunan yang ke 100… Di saat itulah suamiku yang sudah tumbang kesekian kali, kehilangan harapan. Di saat itu, aku hanya bisa curhat di tengah tahajjud malam… Aku yakin, DIA akan menunjukkan jalan untukku bisa merebut hatinya kembali. Alhamdulillah Tuhan masih begitu sayang kepada kami

jiwa yang tenang“Ingatlah.. hanya dengan mengingatKu maka jiwamu akan tenang”. FirmanNya ini sangat menguatkanku saat itu. Itulah masa aku merasa tidak berdaya apapun tanpa kekuatanNya..itulah saat-saat aku betul-betul merasakan pertolonganNya..

Allah memang Maha Penyayang.. Dia akan berikan ujian agar kita dapat merasakan pertolonganNya dan merasakan kasih sayangNya. Suami yang begitu sabar membimbing, begitu kokoh melindungi, begitu tegar  menjadi contoh, membuatku punya kekuatan ekstra untuk membuatnya kembali punya impian.

Apakah ini mudah? Tidak sama sekali!!! Hampir putus asa rasanya menghangatkan hatinya yang sudah hampir beku. Air mata sudah tidak bisa menetes walaupun kesedihan begitu mendalam karea sudah begitu sering kami mengalami masa-masa yang amat sulit. Dari mana aku mendapatkan bahan bakar untuk terus bergerak dan berjuang mendapatkan hatinya kembali?

Aku belajar bahwa sikap suami yang selalu sabar memberi contoh bagaimana menjadi suami, ayah, sahabat, partner dan juga sebagai kekasih yang luar biasa membuat aku punya stok bahan bakar pertamax plus untuk terus bergerak dan berjuang 😀

A man with a dream will not be denied. Tidak ada seorangpun yang dapat menghadang seseorang yang punya impian. Itulah gambaran yang tepat untuk suami. Impiannya begitu besar. Memiliki keluarga yang penuh kasih sayang, kehangatan. Saling menjadi soul mate sepanjang hayat.

Disaat banyak orang meragukan dan mencoba meyakinkannya bahwa itu impian yang too good to be true ..dia maju terus dengan impiannya. Disaat jurang perbedaan kami begitu lebar, dimana tanpa aku sadari, aku sering membuatnya kecewa dan terpuruk.. dia maju terus dengan impiannya.

Aku adalah impiannya.  Punya pasangan yang menjadi soul mate-nya adalah impian terbesarnya. If the dream is big enough, The facts don’t count… Aku tahu bahwa impiannya harus menjadi kenyataan. Aku harus terus berjuang untuk menjadi soul mate yang diimpikannya.

Mudah???  Tentu tidak sama sekali!!. Apakah berharga? Amat sangat!!! Sebuah proses yang panjang dan sangat menguras energi bagiku untuk bisa memahami suami, dengan besarnya perbedaan diantara kami. Tapi aku sadar, ini adalah cara Tuhan membuat aku menjadi orang yang lebih baik.

Aku dianugerahi seorang suami dengan impian yang begitu mulia. Sejak lama sebelum menikah aku punya impian menjadi wanita ahli surga. Yaitu wanita yang suaminya ridho kepadanya. Dan Tuhan menjawab impianku dengan menganugerahi seorang suami,  yang impiannya sering dikecam karena… “tidak mungkin.. too good to be true”.

Kami belajar bahwa Tuhan menjawab impian kita dengan caraNya yang kadang tidak kita pahami. Tapi yakinlah Tuhan tidak pernah salah. Rasa syukur yang tidak pernah henti-hentinya aku panjatkan karena aku dianugerahi seorang suami yang “tidak memanjakan” aku. Yang sabar membimbing dan kokoh memacu aku untuk tumbuh lebih baik lagi.

Aku sangat bersyukur, suami adalah seorang yang luar biasa penyayang. Dia sangat ‘memanjakan’ aku dengan passionnya yang begitu besar untuk membuat aku tumbuh. Aku bersyukur dia tidak memanjakanku dengan melindungi saya dari “growing pain”.

Perjalanan kehidupan pernikahan kami penuh dengan “growing pain”. Rasa tidak nyaman dari perjuangan untuk menjadi orang yang lebih baik. Berubah itu hanya “enak” terdengar. Prakteknya… rruarr biasa.. :). Persis seperti sebongkah karbon yang diproses alam dengan temperatur yang sangat tinggi, di bawah tekanan dalam jangka waktu yang lama untuk berubah menjadi sebutir berlian.

Tidak ada yang enak dan nyaman dalam proses untuk berubah…tapi sangat berharga untuk dinikmati prosesnya. Mindset yang benar  adalah aset yang sangat berharga untuk sebuah kebahagiaan pernikahan.

Aku amat sangat bersyukur memiiki suami yang sekaligus my life coach… yang memberi banyak pelajaran berharga dan membuatku bisa berpikir benar.

Pelajaran #1 : menjadi  momentum builder..  tahu kapan aku harus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan kualitas hubungan kami. Padahal dulu aku terkenal master dalam momentum killer L

Pelajaran #2 :  membaca situasi dan tanggap. .. Dulu aku terkenal sibuk dengan pikiran sendiri.  Ini membuat hubungan sering tambah runyam.

Pelajaran #3 : menempatkan diri di pikiran dan perasaan pasangan. Jadi tahu what to do & what to say dengan tepat. Dulu hobi aku berpikir asumsi.. berpikir & bertindak seperti yang aku pikirkan sendiri.

Pelajaran #4 : menghidupkan suasana… be creative . Yang ini aku masih belajar terus.. karena pada dasarnya aku orang yang monoton..

Pelajaran #5 : smiling heart…akan tercermin otomatis di wajah yang smiling face. Dulu aku penganut aliran  JUTEK IS THE BEST. Ada ganjelan sedikit, muka langsung suram

Pelajaran#6 : kalau senang tunjukkan..kalau lagi semangat, tularkan. Dulu aku termasuk kategori zombie.. hiii.. gak ada ekspresi.. seringnya, seneng & semangat buat diri sendiri aja.

Pelajaran #7 : tunjukkan apresiasi..  Padahal dulu setia dengan ‘aliran kebatinan’…ngebatin doang kalau pasangan melakukan sesuatu yang menyenangkan.

Pelajaran #8 : mensyukuri hal sekecil apapun yang dilakukan pasangan. Dulu tanpa sadar aku sering TAKE IT FOR GRANTED atas hal-hal baik yang dilakukan pasangan.  Pola pikir… “khan sudah seharusnya dia melakukan itu”. à pemadam nomer wahid untuk api asmara..

Pelajaran #9 : timing yang tepat untuk mengatakan dan melakukan apapun. Impulsive adalah hobi aku dulu.. Bicara & bertindak tanpa berpikir apa yang akan dirasakan pasangan.

Pelajaran #10 : stop and think. Dulu aku jarang berpikir: kalau aku bersikap ini..ujungnya apa ya?

TurbulenceAku bersyukur diberi ijin untuk mengalami turbulance dan angin topan di awal-awal pernikahan kami sehingga aku dapat banyak pelajaran berharga. Karena dari pengalaman itu membuat aku belajar kenal diri sendiri. Dengan kenal diri sendiri, aku jadi tahu apa kelemahan yang harus diperbaiki dan apa saja kelebihan untuk dioptimalkan.

Dengan mengenali diri, aku bisa dengan lebih baik mengenal orang-orang terdekat yang berarti dalam kehidupanku. Proses ‘growing pain’ ini membuatku belajar bagaimana lebih baik mendampingi suami… Lebih sabar membimbing anak. Puji syukur atas gemblengan hidup yang kami terima. Karena ternyata membimbing anak adalah ‘learning process’ tersendiri..!

Mengenal diri sendiri sungguh membantu lebih baik menjembatani  komunikasi dengan orang tua & adik-adik dengan segala perbedaan karakter kami.  Proses ini membuatku ‘’ngeri’ bila menengok ke belakang.. Ngeri membayangkan aku dulu yang amburadul. Ini semua yang membuat aku bersyukur  dengan anugerah Tuhan yang memberi kami proses “pencucian” ini… Pencucian diri dari segala sikap buruk yang dulu jadi ‘atribut kesayangan’ yang melekat sampai berkarat.

Dalam kehidupan anda akan mengalami ujian. Entah di awal, di tengah atau di akhir kehidupan anda. Siapkan diri anda sebaik mungkin agar pada saat ujian itu datang, anda bisa melaluinya. Untungnya kami berdua senang belajar. Sejak kuliah kami memang rajin menimba ilmu dari buku-buku & dari seminar tentang pengembangan diri.

Knowledge & skill yang kami dapatkan ini menjadi modal mental toughness untuk selamat melalui jalan yang sangat berliku & terjal mendaki menuju impian. Ya, ketangguhan mental sangat dibutuhkan dalam mengarungi bahtera pernikahan. Apakah anda sudah memilikinya? Pernikahan adalah sebuah ujian. Kalau mau lulus tentu perlu skill, knowledge & yg penting juga perlu ketangguhan mental.

Kalau Aku tidak pernah memberi kepahitan hidup, bagaimana kamu akan mengagungkan namaKu? Kalau Aku tidak memberimu ujian bagaimana Aku akan menaikkan derajatmu ? Kami yakin rencana Tuhan tidak pernah salah. Ini membuat kami terus menempa diri untuk lulus terus dalam ujianNya. Satu lagi fimanNya yang menguatkan kami: “Tidak ada satupun yg Allah ciptakan di dunia ini sia-sia”. Dan itu membuat kami bertambah yakin,  seluruh proses ‘pencucian’ ini ada tujuannya.. Berserah kepada rencana Tuhan untuk kami.  Percaya bahwa Dia sedang mempersiapkan sesuatu yang luar biasa untuk kami.

Pada saat-saat dimana aku tidak bisa menyentuhnya… saat suami begitu menjauh karena kekecewaan yang sangat dalam …Ribuan sms aku kirim untuk  mengingatkan dia betapa Allah sangat menyayanginya.. bahwa Dia akan selalu melindunginya. Saya yakinkan bahwa dia adalah orang baik. Yang betul-betul sangat baik & bahwa Allah mengirimnya ke dunia untuk sebuah misi.

Ayah, you are a very sincere person. Your kind & warm heart will touch many people’s live & make the world a better place

Sms ini aku kirim puluhan kali untuk mengingatkannya bahwa Allah menciptakannya dengan sebuah misi ..karena itu kami harus bertahan… Aku mengingatkan impian terbesarnya untuk selalu berbagi & menjadi orang yang sebaik-baiknya bermanfaat untuk orang lain.

Impian ini yang betul-betul menjadi‘pain-killer’ bagi kami dalam melalui masa sulit. Impian memang betul-betul dibutuhkan untuk terus bertahan. Apakah anda sudah memiliki impian yang kalau dengan mengingatnya saja bisa membuat anda menangis?

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Ilahi.. yang sudah  mengijinkan kami hidup dalam impian kami.. Ya. Sekarang kami sungguh menikmati hasil perjuangan kami..  Kami saling menjadi sahabat terbaik. We share our dreams and visions together… Kami bahu membahu menjadi orang tua terbaik untuk anak kami. Kami berjuang bersama untuk membahagiakan orang tua kami. Dan kami saling menguatkan untuk mengemban amanahNya.

Proses yang kami jalani tidak mudah tapi sungguh berharga… Pengalaman ini mengajarkanku untuk siap menjadi seorang istri yang dapat mendampingi suami dalam keteduhan. Mengajarkanku untuk menjadi ibu yang lebih bijak menghadapi karakter anak yang “tidak mudah”. Proses pembelajaran yang luar biasa yang mengajarkanku untuk dapat berperan sebagai istri, ibu, sahabat, partner sekaligus kekasih .. :)

Air mata selalu menetes saat membaca email suami bahwa dia sekarang merasa “at home”… Ungkapan yang begitu sederhana, tapi begitu berarti… Karena “at home” baginya berarti dia sudah mendapatkan pelabuhan yang nyaman di rumah… And that’s  my dream..!! Rasa haru layaknya ibu yang melihat bayinya baru lahir… hilang sudah segala kepayahan selama kehamilan dan persalinan. Itu juga sering aku rasakan melihat tatapan matanya yang begitu damai. Kami sering kirim-kiriman email… lucu ya.. serumah kok email-emailan…Tapi itu salah satu cara kami mengungkapkan perasaan kami yang terdalam.

A dream makes people alive. Orang yang tanpa impian hidup seperti zombie. Aku pernah membuat suamiku menjalani hidup layaknya zombie.. :(.  Karena aku membunuh impiannya. Impiannya memiliki seorang soulmate seperti kandas di tengh jalan.

Puji syukur tidak henti-hentinya aku panjatkan karena aku diberi kekuatan untuk menjadi impiannya. Dan puji syukur yang tak terhingga Dia memberi kekuatan kepada suami untuk terus membimbing aku yang menjadi impiannya.

Yes… we are living our dream.. because we are willing to pay the price…Are you?

Impian kami berdua untuk selalu jadi saluran berkat. Kami ingin kebahagiaan ini dapat dirasakan oleh pasangan lainnya. Impian kami ingin melihat anak-anak hidup di tengah-tengah kehangatan keluarga. Impian kami melihat  Indonesia bangkit kembali. “Indonesia Strong From Home”… kami mendukung misi ini

Kebahagiaan pernikahan tidak diantar malaikat di atas nampan emas ke hadapan anda. You have to fight for it..!

From the bottom of my heart I would like to say thank you for my life coach.. my best friend… my dear husband.

Semoga sedikit sharing ini bisa meberi manfaat buat teman-teman semua. Salam hangat, @BundaNoveldy :)

Ingin ngobrol dengan saya?  Follow saya di twitter: @noveldy

21 Responses on “Pernikahan Impian, Nikmati Prosesnya

  1. Subhanallah…Terima kasih Mas Noveldy…menginspirasi banget.
    Semoga dengan artikel ini makin banyak yang terinspirasi dan membuat saya serta yang lainnya bisa menjadi lebih baik. Amin

  2. Bambang says:

    Subhanallah…terimakasih pak Noveldy atas inspirasinya semoga keluarga pak Noveldy selalu diberkahi Allah swt

  3. Maulud says:

    Realy realy good article. Thanks for sharing

  4. bundanath says:

    subhanallah bu…..nyesek rasanya dada ini saat membaca nya.sy jg mengalaminya.terimakasih banyak u tamparan ini…

  5. ilhambakti says:

    subhanallah.. ini saya baca yang kedua kalinya setelah entah beberapa bulan sebelumnya… alhamdulillah seperti diingatkan kembali untuk yakin dan harus berani melangkah, harus berani membayar harganya ya bu..

    terimakasih bu indra… semoga keluarga ibu langgeng dan barokah sampai berkumpul kembali di surgaNya… amiiinn.. :)

  6. andrya says:

    subhanallah… air mata menetes membacanya krn hal diatas sdg terjadi sama saya saat ini n saya trs berjuang untuk mendapatakan cintanya kembali point2 diatas hampir sama persis dgn saya dulu, Alhamdulillah dgn segala pelajaran yg diberikan membuat saya ingin trs menjadi lebih baik, insyaallah dgn niat yg baik Allah akan memberikan jalan. Aamiin.

  7. Ilham says:

    Subhanallah..

    “Aku bersyukur, aku masih dekat dengan Sang Pencipta”.

    Menurut saya itu kunci utamanya.

    Allahu’alam

  8. dini says:

    Subhanallah..sangat menginspirasi.
    Sy belum menikah, tp seolah dibawa k dunia pernikahan.sgt dalem nih critanya.membuat sy harus bnyk belajar n menambah bekal u/ menuju pernikahan.
    Dan mengajak sy pula u/ make a big dream,having an husband who will be my life coach,partner,and dearest best friend in life and after.

  9. annisa says:

    subhanalloh, so inspiring, touching sekali. sy sangat terharu sekali, sangat bergetar membaca nya bund…
    sy belum menikah, tp dengan membaca tulisan bunda,membuat sy punya impian akan spt apa pernikahan yg ingin sy puyai nantinya, bagaimana sy harus menempatkan diri u/ suami, anak2 dn keluarga .
    semoga bunda dn kluarga sll diberi limpahan berkah, sakinah mawaddah dn Rahmah Alloh … aamiin

  10. mbah sukidjan says:

    apa itu “ayunan kampak” ? dan apa itu “perbedaan yang besar” antara suami istri menurut cerita diatas?

    kalau disebutkan cerita detailnya mungkin saya lebih bisa mendapatkan feel dramatis perjuangannya mempertahankan pernikahan….hehe 😀

    anyway, thanks
    sangat menginspirasi

  11. iin says:

    Subhanallah.. Serius nangiis.. Krn aku mengalami ini, aku persis sprti ini.. Tapi yg kudapatkan malah pait. Suami pergi dngan perempuan lain.. Dan akhirnya kami bercerai.. Sya banyaaak sekali mngambil pelajran dr pernikahan saya yg dulu.. Sunggguh pelajaran yg sangat2 berharga

  12. didha says:

    Hah??ternyata real story milik kelg noveldy..sangat2 memberi pelajaran buatq..trimakasih sekali ukhti,,*peluk..semoga pernikahan dan rumah tangganya semakin barokah,,:)

  13. riRirazak says:

    Subhanallah – Awesome – Luar biasa. Samara happily ever after, spouse! ^v^/

  14. enny says:

    menyentuh sekali…sampai ikut menangis, penuh inspirasi….berharap dapat melalui badai rumah tangga sendiri, amin

  15. put3 says:

    Waaah,, gak nyangkaa,,
    Ini cerita dari istri pak noveldy rupanya,,,
    Waaah,, so sweet sekali…
    Semoga rumah tangga bapak selalu diberkahi,, sakinah,, mawaddah wa rahmah,, aweeet,, akuur,, n selalu dapat menginspirasi yg lain,,, aamiin,, :)

  16. izin meng copy tuk di kirem ke rekan..

  17. talquals says:

    assalamualaikum ukhti
    inspiring n touching
    keep posting

  18. Febri says:

    subhanallah, it’s so inspiring me..terima ksh banyak bu, buat sharing nya

  19. Aida says:

    Subhanallaah . .
    Thanks bgt Mb ,
    bner2 mencerahkan

Leave a Reply