Relationship Coach

Pembiaran

PembiaranPernah mengalami kebocoran  pipa saluran air di rumah? Segera perbaiki, jangan dibiarkan berlarut-larut. Bocornya akan semakin besar dan akan semakin besar juga usaha yang harus dilakukan untuk memperbaikinya. Sampai ke tindakan ekstrem mungkin harus memotong pipa tersebut karena sudah tidak mungkin untuk diperbaiki lagi.

Atas nama toleransi, pengertian seringkali anda terjebak akhirnya melakukan pembiaran kepada pasangan. Demi menghindari konflik, menghindari perasaan tidak nyaman kita memilih untuk tidak mempermasalahkannya. Sampai di satu titik menjadi masalah yang besar, yang sebenarnya  bisa dihindari jika anda mau menghadapinya.

Saya banyak menghadapi kasus pembiaran ini saat konseling. Mereka baru sadar hal yang dulu mereka abaikan ternyata saat ini membawa kepada kehancuran rumah tangganya. Seorang istri yang membiarkan suaminya tidak memberi nafkah dan memilih untuk bekerja dengan harapan suaminya akan sadar dengan sendirinya. Suami yang membiarkan istrinya ngambek setiap kali ada hal yang tidak disukainya. Istri yang membiarkan suaminya punya ‘me time’ dengan teman-temannya terlalu sering (tiap malam). Suami atau istri yang membiarkan pasangannya tidak mau menjalin silaturahim dengan mertuanya. Dan seterusnya anda bisa tambahkan sendiri daftarnya. Termasuk di dalamnya membiarkan pasangan tidak sholat…

Saat akhirnya hal ini meledak menjadi masalah yang besar, anda harus sadar kalau anda ikut bertanggung jawab, memiliki andil membuat semua ini bisa terjadi. Kalau saja anda tidak melakukan pembiaran, kondisinya bisa berbeda. Tapi khan itu cuma enak diomongin? Prakteknya memang gampang? Apa pasangan dengan mudah mau menerima input yang kita berikan? Apa tidak akan menimbulkan masalah baru nantinya?

Apakah artinya kita harus bersikap ‘keras’ kepada pasangan, untuk menegakkan ‘kebenaran’? Eits, bukan itu maksud saya. Malah bisa menimbulkan masalah baru nantinya… Lakukan dengan cara yang ‘cantik’.  Untuk itu kita harus membekali diri dengan knowledge dan skill yang cukup untuk bisa melakukannya.  Kita harus tahu bagaimana caranya bisa membuat pasangan kita mau mendengar kita. Kita harus juga punya skill komunikasi yang bagus sehingga akan mengurangi perasaan tidak nyaman dan menghindari salah pengertian.

Satu hal lagi, walaupun kita sudah punya semua hal tadi, kita harus tetap bersiap menghadapi turbulensi hubungan saat kita melakukannya. Siapkan mental kita. Jangan dihindari prosesnya.

Anda punya pilihan… melakukan pembiaran… atau hadapi masalahnya dengan bijak. Apapun yang anda pilih selalu ada konsekuensinya. Pastikan anda suka dan siap dengan konsekuensinya.

 

 

 

5 Responses on “Pembiaran

  1. Riri says:

    Dear Pak Noveldy,

    Terima kasih artikelnya. Kebetulan saya sedang menghadapi masalah komunikasi dg pasangan. Jujur, saya termasuk orang yg tidak suka “membiarkan”. Setiap kali saya merasa ada yg salah/tdk sesuai/tdk sreg, saya berusaha segera menyampaikan. Tapi ternyata pasangan lebih sering bereaksi negatif, merasa disudutkan, tidak dihargai, dsb. Saya jadi bingung untuk bersikap. Tidak bicara, salah. Bicara, malah lebih salah. Bagaimana ini pak? :(

    1. noveldy says:

      Tidak melakukan pembiaran dan menkritisi pasangan adalah 2 hal yang berbeda. Dibutuhkan skill komunikasi yang prima agar pasangan bisa menangkap dan menerima apa yang kita sampaikan tanpa merasa sedang disalahkan. Jika pasangan memberikan reaksi yang negatif, mungkin cara kita berkomunikasi yang perlu ditelaah ulang, atau diperbaiki

  2. vie says:

    Pak saya pngen tau lbih dalam mengenai skill komunikasi yg bapak maksud d atas, bagaimana caranya?

    1. noveldy says:

      Sederhananya, miliki skill berkomunikasi dengan sesama manusia. Sudah banyak buku-buku yang membahas bagaimana memiliki dan meningkatkan skill komunikasi abtar manusia

  3. abdul madjid says:

    Thanks artikelnya bagus banget. Saya jadi sadar, seringkali karena alasan sayang dan menghindari pertengkaran kita melakukan pembiaran (bahasa kasarnya cuek2aja), dengan harapan nantinya isteri kita sadar. Padahal yg terjadi dia justru semakin bengkok n terus membengkok. Saat kita sadar semua sudah terlambat. Semangat! Mulai sekarang akan lebih peduli lagi dgn orang2 yg kita sayangi, yg setiap hari kita tinggal bersamanya. I love you my wife, i will lead you in the right way. Bismillah

Leave a Reply