Relationship Coach

Mental Survival

Mental SurvivalTopik kali ini tentang mental survival. Wah, apa lagi hubungannya dengan kehidupan pernikahan ya? Mari dilanjutkan membacanya :)

Beberapa dari kita mungkin cukup beruntung memiliki masa lalu yang baik, indah, menyenangkan. Namun tidak sedikit yang tidak seberuntung itu. Harus mengalami masa lalu yang cukup keras, sedih , pahit, menyakitkan. Cara tiap orang mengatasi kondisi itu bisa berbeda-beda. Secara garis besar bisa dibagi dalam 2 kategori: terpuruk dalam perasaan tidak berdaya atau berjuang, bertahan untuk tetap bisa melanjutkan hidup. Nah, yang terakhir ini kita namakan mental survival saja ya biar mudah.

Cukup banyak mereka yang memiliki mental survival ini akhirnya bisa ‘sukses’ dalam kehidupannya. Sukses dalam karir maupun bisnis. Beberapa cukup beruntung juga bisa sukses dalam keluarganya. Namun tidak sedikit yang mengalami masalah yang cukup serius dalam kehidupan pernikahannya. Mengapa?

Dalam usahanya untuk bisa melanjutkan hidup tanpa disadari banyak yang akhirnya mematikan rasa… Karena masa lalu terasa terlalu menyakitkan untuk diingat. Mekanisme pertahanan diri akhirnya ‘memutuskan’ untuk tidak lagi merasakan yang akhirnya seperti menjadi mati rasa. Bagi kita yang saat ini sangat kuat mengandalkan logika, yuk dicek lagi apakah benar tanpa disadari kita sudah mematikan rasa?

Hasil lain dari mental survival ini antara lain menjadi pribadi yang ‘terlalu mandiri’, dirasakan terlalu superior oleh pasangan dan ada juga yang ternyata akhirnya sadar sulit untuk merasa disayang (setelah bisa melakukan introspeksi diri sendiri).

Wah, apakah  memiliki mental survival ini berarti jelek? Tentu saja tidak. Mungkin kita bisa ambil mental toughness nya, memiliki kemauan yang kuat. Bagi mereka yang memiliki mental survival ini banyak yang tanpa disadari menjadi rancu antara keras kemauan dan keras hati. Yang benar untuk bisa memiliki kehidupan pernikahan yang harmonis kita harus memiliki kemauan yang keras, bukan hati yang keras.

Bagi yang saat ini mungkin sedang mengalami masalah dalam pernikahan, coba dicek apakah ada kemungkinan penyebabnya dari mental survival ini. Jika kita berani jujur kepada diri sendiri dan ternyata jawabannya benar, bagaimana solusinya? Segera minta bantuan kepada orang yang bisa dipercaya. Bisa sahabat, keluarga, terapis atau mereka yang kompeten di bidangnya untuk membantu kita bisa mengatasi masa lalu tersebut.

Kata kuncinya adalah berani jujur dengan diri sendiri. Tidak melakukan penyangkalan… atau pada saat konseling saya suka sebut sebagai “rajadenial.com” :)

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @noveldy

One Response on “Mental Survival

  1. mrs be says:

    Kemauan keras dan keras hati…
    Hmmm….. Kayaknya saya rawan karakter ini deh.
    Setelah semua yang terjadi kok memang seperti mengarah ke mati rasa yaa….. Kayaknya lebih aman gitu. Sekarang lebih cenderung matiin semua sensor2 dan alarm…. Takut nemuin yg aneh2 lg dari suami yg hanya akan menyakinkan dan bikin drop usaha positif dalam berkarya dan membangun kepercayaan diri….
    Haiyyyaaaahh…. Pegimana inih?
    Rasanya memang asap butuh treatment konseling …. Disatu sisi ingin memperjuangkan pernikahan…. Tp disisi lain hampir jadi seperti ‘robot’…. Wadduhh!

Leave a Reply