Relationship Coach

Mengalah

mengalahMungkin kita pernah dinasehati oleh orang tua kita seperti ini. Dalam berumah tangga itu lebih baik mengalah supaya tidak ribut.

Nasihat ini terdengar ‘bijak’ dan tidak sedikit yang mengikutinya. Setiap orang punya pendapatnya sendiri tentang hal ini. Dalam kesempatan ini saya akan sharing pandangan saya tentang konsep mengalah.

Saya ingin mengajak untuk hati-hati dengan konsep mengalah dalam pernikahan. Kenapa?  Mengalah itu seperti per yang ditekan, suatu saat akan ‘nendang’ balik.

Ini yang sering diungkapkan mereka yang memilih untuk mengalah. Dari pada ribut, berantem, mendingan saya ngalah deh…. Lihat alasannya? Di dalam hatinya masih ribut, berantem :)

Kenapa saat ada perbedaan pendapat dengan pasangan konotasinya langsung ribut? Segera  tingkatkan kualitas diri, bangun kualitas komunikasi yang lebih baik dengan pasangan

Belajar mengerti pasangan sepertinya lebih baik dibanding dengan konsep mengalah. Mengerti tidak selalu berarti setuju. Tapi kita bisa mengerti kenapa dia berpikir seperti itu

Dalam proses untuk bisa mengerti pasangan, seringkali kedua belah pihak merasakan ketidaknyamanan. Dibutuhkan kemauan yang kuat untuk mau meneruskan proses belajar mengerti pasangan. Seringkali rasa tidak nyaman ini membuat salah satu pihak (keduanya) mundur, menyerah untuk belajar mengerti pasangannya.

Banyak yang menghindari ‘rasa sakit’ (pain) yang timbul dalam proses ini. Kebanyakan orang memilih menghindari ‘pain’ ini. Karena menghindari ‘pain’ ini, alternatif yang dipilih akhirnya mengalah.. Ini seperti menanam bom waktu yang setiap saat siap meledak. Dan potensi untuk meledak semakin lama semakin besar.

Yuk, jangan menghindar dari ‘pain’ ini. Ikuti prosesnya. Investasikan waktu & perasaan kita

Ingat, saat kita bicara ‘investasi’ waktu & perasaan berarti mindset kita harus tepat. Butuh waktu sampai investasi untuk bisa menghasilkan.

Lupakan keinginan untuk mendapatkan hasil yang instan. Ikuti prosesnya. Nikmati ‘pain’ nya.

Selamat berproses :)

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @noveldy

2 Responses on “Mengalah

  1. Saya selalu mengalah pak, tapi saya tetap ngambek hehehe….kadang saya hanya tidak mau sama2 keras. Pada waktu yg tepat saya tetap menyampaikan unek2 yg tertahan, pasti lebih bs diterima saat suami sudah tidak emosi. Malah terkadang nanti dia yg setuju dgn saya dan menurutinya. Ego laki2 memang mengkehendaki untuk kita turuti terlebih dahulu sih. Klo saya menggunakan jalan yg lebih lembut untuk membuat dia mengalah hehehe

  2. put3 says:

    No pain no gain,,,

Leave a Reply