Relationship Coach

Memuaskan Ego

Memuaskan EGOApa yang akan terjadi saat ego berkuasa? Apa bahayanya kalau kita ingin memuaskan ego kita? Semoga kisah nyata berikut ini bisa memberi pelajaran buat kita semua.

Kisah ini pernah saya tayangkan di TL akun twitter saya @noveldy. Atas permintaan teman-teman, sekarang saya masukkan dalam website. Selamat menikmati, semoga bermanfaat :)

Saat kita melampiaskan emosi kita kepada pasangan, kita merasa lega… puas… then what???  Cara termudah untuk melihat penyebab memburuknya hubungan dengan pasangan adalah menyalahkan dia. Namun apakah ini langkah yang terbaik?

Seringkali dalam masalah hubungan dengan pasangan, langkah yang mudah bukanlah langkah yang terbaik. Hari ini saya sedih sekali menyaksikan bagaimana sebuah ‘kebodohan’ telah mengakibatkan kehancuran dalam sebuah rumah tangga

Hanya karena faktor ingin memuaskan ego, usaha yang telah dilakukan selama berbulan-bulan, saat ini diambang kehancuran… Karena tindakan memuaskan ego tersebut, sepertinya hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan pernikahan mereka.

Selama proses konseling, sudah seringkli diingatkan bahayanya tindakan memuaskan ego tersebut. Namun tampaknya ybs sedang tertutup hatinya… Padahal selama proses konseling, sudah mulai terlihat progress yang lumayan memberikan harapan.  Kondisi pernikahan mereka sendiri sudah dalam konflik stadium 4.

Hari ini saya diperlihatkan kembali bahayanya dari hati yang keras. Membuat saya flashback perjalanan kehidupan pernikahan kami. Saat kami sedang mengalami masalah yang cukup serius dalam pernikahan kami, kami sangat sadar bahaya dari hati yang keras.Kami bersyukur Allah membukakan hati kami untuk bisa melihat bahaya dari hati yang keras. Dan kami hampir tergelincir di sana.

Temans.. yang saat ini masih punya kekecewaan, kemarahan kepada orang tua… yuk segera perbaiki diri <– sumber kekerasan hati

Klien konseling ini baik pihak pria & wanita, berasal dari keluarga yang disharmoni. Mereka punya excess baggage yang sangat besar kepada orang tuanya. Singkat cerita, kemarahan, kekecewaan kepada ortu membuat mereka tanpa disadari mengcopy paste ketidak bahagiaan ortu mereka.

Memuaskan Ego - www.IndraNoveldy.comSalah satunya menjelma menjadi sosok yang sangat dingin… cenderung sinis. Prestasi akdemik & karirnya mengkilap.. namun dingin seperti robot. Tanpa dia sadari, tatapan matanya, body languagenya, ucapannya, auranya cenderung dingin, sinis dan menjatuhkan.

Saat konseling, semua hal itu langsung bisa terdeteksi. Bisa bayangkan bagaimana perasaan pasangannya? Dan mereka sudah menikah > 15 tahun!

‘Bukan sebuah keanehan’ kalau pasangannya akhirnya ‘menemukan’ pihak ke-3. Namun pasangan tsb boleh dibilang tidak pernah mengalami pertengkaran besar/hebat yang mengarah kpd perpisahan. Masing-masing pihak berusaha mengalah. Menjaga supaya tidak terjadi pertengkaran. Dan dari luar, pasangan ini ‘terlihat baik2 saja’.

Sampai suatu malam pasangannya mengatakan: I’m leaving you… It’s enough.. –> ybs merasa disambar petir. Akhirnya semua yang selama ini ditahan2 karena mengalah, meledak keluar. Karena masing-masing merasa sudah mengalah… Merasa sudah memberikan semuanya…

Mereka masuk ke fase tidak terima dengan apa yang terjadi. Sakit hati, marah. Keinginan yang sangat besar untuk menyalahkan pasangan. Walaupun di mulut mengatakan: Saya tahu saya punya peran membuat ini terjadi… tapi alam bawah sadarnya, sangat kencang mengatakan sebaliknya.

Saat konseling,  sang klien sudah diajak untuk ‘mengenali’ dirinya, jujur dengan apa yang dirasakan. Namun sikap denial sangat jelas terlihat. Singkat cerita, lewat proses konseling perlahan tapi pasti ‘suasana’ mulai membaik. Namun sempat beberapa kali klien ini  melakukan ‘blunder’… kesalahan yang tidak perlu, yang sebenarnya sudah diingatkan untuk jangan dilakukan.

Faktor ego yang belum terpuaskan menjadi kendala yang sangat besar. Sempat beberapa kali keadaan menjadi kritis… Sebagai konselor, lumayan sakit kepala mencari solusinya.

Setelah bisa diatasi,  saya sudah ingatkan dia untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi. Juga sudah diingatkan penyesalan yang akan timbul nantinya. Namun nampaknya ego yg menjadi  pemenang… :(  Akibatnya bisa diprediksi….dia kemudian panik minta bantuan

Sedih sekali mengetahui hal ini sebenarnya bisa dihindari… dan sudah diingatkan agar tidak sampai terjadi… namun si klien ini tidak mau mendengar’. Yang lebih sedih lagi, dia lebih memilih untuk mendengar nasihat dari temannya, nasihat dari ‘orang-orang’… *sigh*

Dan nasihat dari ‘orang-orang’ tsb… sangat ‘sesuai’ dengan apa yang ingin dilakukannya selama ini. seperti mendapat pembenaran. Akhirnya dia pun  ‘mengungkapkan perasaannya’ kepada pasangannya di saat ‘yang sangat tepat’… :(

Karena sang klien ini merasa berhak untuk mengutarakan apa yang dirasakan, secepatnya kepada pasangannya… Hasilnya bisa ditebak… disaster! Bencana! Menghancurkan semua proses yang sudah dilakukan sebelumnya… Akhirnya saya adakan sesi konseling stlh kejadian itu. Dan saya bicara cukup ‘keras’ kepadanya…

Bagi yang kemarin sempat ikut #SeminarNikah Pekanbaru & Jakarta, mungkin bisa lebih relate dengan apa yang saya sampaikan kepada klien saya tersebut…

Boleh dibilang, scorenya  merah semua untuk tujuan nikah, mindset, knowledge dan skill nya

Teman2nya sangat memberi ‘support’, mereka mengatakan bahwa dia sudah melakukan semuanya… sedangkan dr kacamata saya, scorenya masih  merah semua. Banyak hal yg belum/tidak dia lakukan dalam rangka membangun sebuah keluarga yang harmonis selama masa 15 tahun lebih pernikahan mereka.

Satu hal lagi yang memperburuk keadaan adalah, keinginannya untuk bisa segera mendapatkan hasil yang cepat (mental instan). Sang klien ini belum mau melihat fakta bahwa dia belum melakukan yang terbaik. Bahkan boleh dibilang belum melakukan apa2 dalam pernikahannya…

Keinginan untuk menyalahkan pasangan sangat besar. Permintaan maaf pasangan merupakan ‘harga mati’ yang tidak bisa ditawar…

Saya sudah ingatkan, namun ternyata dia memilih mendengar teman2nya & dia tetap melakukan apa yang diinginkannya, mengutarakan ‘perasaannya’ kepada pasangannya.

Memuaskan ego - www.IndraNoveldy.comSaat ini pernikahan mereka sangat diujung tanduk… butuh keajaiban.. Baru sore ini dia bbm saya, menyatakan penyesalannya… Baru sekarang dia bisa melihat dengan jernih… tapi nasi sudah (hampir) menjadi bubur

Sekarang  barulah dia bisa lihat hal-hal yang seharusnya  sudah dilakukannya selama 15 tahun terakhir…  Yang ada sekarang penyesalan…

Ingin rasanya saya ‘mencekik’ dia dan berteriak: saya sudah ingatkan sejak awal, bukan??? Namun kamu keras hati!!!

Yang membuat saya lebih sedih, mereka sudah punya anak dan salah satunya sudah beranjak remaja… Temans, saya berharap tidak ada yang harus mengalami kejadian seperti klien saya tadi… Yuk bekali diri…

Banyak masalah dalam pernikahan terjadi karena faktor ketidaktahuan… Banyak yang bisa dihindari kalau kita sudah tahu ilmunya… Apakah harus belajar sama saya??? Tidak!! Kita bisa belajar dari buku-buku, role model terdekat… Intinya, miliki knowledge dan skillnya

Smg ini bisa memberi manfaat… Yuk beri perhatian untuk kehidupan pernikahan kita…

Sesuatu yang tidak dirawat, pasti akan rusak –> demikian juga kehidupan pernikahan.

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @noveldy

Post Tagged with

5 Responses on “Memuaskan Ego

  1. Restu says:

    Ceritanya mirip dg pernikahan kami. Maaf pak, boleh tahu yg disebut “ybs” dlm cerita dan mengatakan I’m leaving… It’s enough? Pasangan yg dingin atau pasangan yg “menemukan” pihak ketiga?

    Semoga berkenan menjawab. Trm ksh atas perhatiannya

    Saya mau konseling, pernah tanya sih via sms, katanya 1 juta per pertemuan, jd jk beberapa kali pertemuan, maaf dikalikan saja ya.

    Maaf tanya2 soal fee itu..

    Tq

  2. didha says:

    Astaghfirullah..pak,sy sering sprti ni :( selalu menyalahkan pasangan untuk setiap apa ƔªйǤ terjadi..nampar sya bªª⌣ªªÑҨêt cerita ini,,Smoga bs mengingatkan sya,,

  3. ike says:

    Apa yg dialami oleh client sama persis yg saya alami sekarang :( please help me,,,

    1. noveldy says:

      Jika mbak butuh konsultasi, sila sms 081284102222 utk membuat janji konsultasi ya :)

  4. amulia says:

    Sharing yang berguna sekali, semoga saya tidak melakukan kesalahan yang sama seperti dalam sharing ini.

Leave a Reply