Relationship Coach

Kamu Tahu Siapa Saya?

Kamu Tahu Siapa SayaKalau ingat judul di atas saya jadi suka senyum-senyum sendiri, jadi malu sendiri. Hehehe… Mau ngaku niiih.. Saya pernah mengucapkan kalimat itu dulu. Iya duluuu banget. Waktu awal-awal mulai kerja jadi orang kantoran. Sindrom jadi ‘orang penting’. Maklum begitu mulai kerja langsung jadi supervisor dan punya team alias anak buah di sebuah perusahaan alat tulis yang memilki banyak counter di pusat-pusat perbelanjaan.

Ceritanya waktu itu saya blusukan memantau langsung ke lapangan alias sidak. Dan karena saya masih baru, belum banyak yang kenal saya bahkan boleh dibilang belum ada yang kenal, saya memanfaatkan situasi ini supaya bisa bebas melakukan blusukan. Daaan apa yang saya temui? Ternyata pelayanan di salah satu counter sangat jauh dari standar yang saya harapkan. Sangat mengecewakan. Pelayanan yang ala kadarnya bahkan cenderung asal-asalan dan tidak ada rasa tanggung jawab dan keinginan untuk melayani.

Setelah mencoba untuk berbicara dengan SPG ybs, saya malah melihat dia memberikan respon yang juga jauh dari yang saya harapkan. Dan keluarlah kalimat ‘sakti’ ini: “Kamu tahu siapa saya?”. Dengan nada suara yang dibuat sangat tidak ramah dan setelan muka yang juga tidak menyenangkan untuk dilihat. Dan mulailah saya ‘menunjukkan’ ke dia ‘siapa saya.’ Bahwa saya adalah bos baru dia di kantor, bahwa saya punya wewenang untuk melakukan ini dan itu. Bahwa saya adalah orang kepercayaan dari perusahaan untuk memperbaiki kinerja mereka dan sederet informasi yang menunjukkan ‘siapa saya’. Dan kebayang dong betapa pucatnys si SPG tsb saat itu. Dan saya pergi meninggalkan counter dengan dagu terangkat dan body gesture yang sesuai dengan ‘siapa saya’ ini.

Hadeeeh malu deh kalau ingat itu semua. Tapi itulah saya dulu. Kenapa saya ceritakan ini semua? Kenapa saya sepertinya membuka ‘aib’ sendiri? Lebih kepada introspeksi diri dan berusaha mengingatkan diri ini bagaimana saya dulu dan bagaimana akhirnya saya berproses. Betapa dulu saya ingin sekali merasa menjadi ‘somebody’ di mana orang lain harus bisa melihat siapa saya. Kenapa? Karena saat baru mulai kerja saya belum punya prestasi apapun yang bisa dibanggakan (namanya juga baru mulai kerja, belum punya pengalaman). dan saya ingin orang lain tidak menganggap enteng saya. Sehingga saya akhirnya saya ‘pinjam baju’ kekuasaan yang diberikan oleh perusahaan kepada saya, yaitu posisi saya di kantor.

Dalam keseharian saya memberikan konseling ternyata saya melihat banyak sekali sindrom “Kamu tahu siapa saya’ ini dalam kehidupan pernikahan. Maksudnya apa?¬†Banyak¬†yang ingin ‘dianggap’ oleh pasangannya dengan cara yang mirip dengan yang saya ceritakan di atas tadi. Alih-alih mendapatkan respek dari pasangannya, yang didapat justru kebalikannya.

Bagaimana dengan anda? Pasangan anda sudah tahu ‘siapa anda’? :)

Ingin bicara dengan saya?
Follow saya di twitter : @noveldy

Leave a Reply