Relationship Coach

From Ugly Duckling to Beautiful Swan

ugly ducklingPernahkah anda membayangkan diri anda sebagai itik si buruk rupa?
Bagaimana anda melihat diri anda sendiri selama ini?

Apakah anda sadar dan meyakini selama ini bahwa anda adalah  itik si  buruk rupa?
Atau anda justru melihat diri anda sebagai si angsa yang cantik, padahal di hati anda anda tahu bahwa anda masih  itik si buruk rupa?
Atau anda termasuk yang tidak bisa menilai diri anda sendiri apakah anda  itik si  buruk rupa atau sang angsa yang cantik?
Atau apakah anda telah salah menilai diri sendiri… Anda melihat diri anda sebagai  itik si buruk rupa padahal sebenarnya anda adalah sang angsa yang cantik… Atau malah sebaliknya?

Yang ingin saya sampaikan di sini banyak masalah pernikahan terjadi karena  itik si buruk rupa ini.
Maksudnya masalah terjadi karena kualitas diri anda masih  itik si buruk rupa, terlepas dari anda menyadarinya atau tidak..

Sebelum anda melotot kepada saya, yuk terus ikuti artikel ini.. :)

Langkah pertama yang harus dilakukan pada saat anda mulai menyadari kurang baiknya kualitas kehidupan pernikahan anda adalah keberanian untuk melakukan introspreksi.
Ya… KEBERANIAN merupakan kata kunci.
Banyak yang lebih memilih untuk tidak melakukan introspeksi, atau melakukan introspeksi tapi setengah hati.
Kecenderungannya anda akan melihat hal di luar diri anda sebagai penyebab dari masalah hubungan anda dengan pasangan. Lebih spesifik lagi anda cenderung menyalahkan pasangan, melihat pasangan andalah penyebab dari masalah hubungan ini.
Sekedar informasi untuk anda terdapat kemungkinan 50% atau lebih anda juga berkontribusi dalam memburuknya kualitas hubungan anda dengan pasangan.
Yup… 50%!

Tapi kita tidak akan berpanjang lebar untuk membahas hal ini. Dalam kondisi ini, kita umpamakan anda sudah berani mengambil keputusan untuk introspeksi.
Anda akan TERKEJUT saat anda melakukan introspeksi.
Tapi sebelum melakukan introspeksi, ada 1 hal yang perlu anda lakukan… yaitu anda harus mau merubah mindset anda dulu..
Anda harus mau merubah cara pandang dan sudut pandang anda.
Yang paling utama, anda harus mau meninggalkan “victim mentality” anda.
Selama anda masih menganggap anda sebagai korban dari kondisi ini, sebagai korban dari pasangan anda…. anda TIDAK AKAN kemana-mana.
Nah, anda sudah mau melakukan introspeksi dan sudah mau merubah mindset anda.
Langkah berikutnya, dibutuhkan kejujuran dari diri anda dan obyektivitas pada saat melakukan introspeksi.
Untuk itu, anda perlu membekali diri anda dengan pengetahuan-pengetahuan untuk mengenali diri.
Anda bisa dapatkan pengetahuan ini dari buku-buku, training, seminar maupun anda bisa minta bantuan dari ahlinya.

Sekarang anda siap untuk introspeksi, anda sudah merubah mindset dan anda sudah siap untuk obyektif.
Anda lakukan dengan jujur… dan anda akan terkejut, ternyata saat ini anda adalah  itik si buruk rupa!

Eiiitsss… nanti dulu, jangan langsung protes :)

Yuk kita lihat dengan kepala dingin.
Kalau anda saat ini sudah menjelma sebagai seekor angsa nan cantik, indikatornya bisa dilihat dari kualitas kehidupan pernikahan anda.
Saat ini, anda sedang sangat bahagia menikmati indahnya kehidupan pernikahan anda, demikian juga dengan pasangan dan anak anda.

Jika ternyata kondisi di atas belum anda nikmati, malah kondisinya berkebalikan… dibutuhkan kebesaran hati untuk mau mengakui bahwa anda saat ini masih menjadi  itik si  buruk rupa…

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @noveldy

Leave a Reply