Relationship Coach

Dan engkau pun berlari…

Dan engkau pun berlariTetiba kau bangkit dari dudukmu, anakku… seperti melihat sesuatu yang urgent. Dan kau berlari! Kau berlari menuju tangga, mengejar uti (nenek-red) yang sedang berjalan dengan hati-hati menuruni tangga.

Refleks ayah juga berlari mengikutimu dari belakang sambil menyiapkan kamera di hp. Tetiba ayahmu menjadi paparazi :D. Dengan sembunyi-sembunyi ayah berusaha mengabadikan momen yang sangat berharga ini. Kenapa sembunyi-sembunyi? Karena ayah tahu persis kau tidak akan suka kalau ayah abadikan kejadian ini. Lebay katamu. Tidak nyaman katamu..

Alhamdulillaah… subhanallah… segala puji untuk Engkau ya Allah yang telah mengizinkan ini terjadi. Yang telah menggerakkan hati anakku melakukan ini. Bergetar hati ini rasanya. Hangat terasa di dada.

Dibalik sikap cuekmu yang kau tampilkan selama ini, tindakanmu kali ini kembali menunjukkan betapa lembut hatimu, nak. Berulang kali bunda mengatakan bahwa hatimu sangat lembut.. sangat mudah tersentuh. Seringkali lingkungan sekitarmu salah menilaimu… termasuk aku, ayahmu :(.

Anakku sayang…
Surat ini ayah buat untuk menunjukkan betapa ayah selama ini sangat memperhatikan dan menghargai perubahan sekecil apapun yang kau lakukan. Maafkan ayah kalau selama ini kurang bisa menunjukkannya padamu, nak… Mungkin yang engkau ingat lebih kepada saat ayah mengingatkanmu, menegurmu, mengajakmu… Mungkin ada kalanya kau merasa bosan mendengarnya. Mungkin kau jengah mendengarnya.

Anakku sayang…
Ayah dan bunda merasa sangat bersyukur melihat perkembanganmu saat ini. Mungkin konsep pertumbuhan bambu cina sedang terjadi dalam dirimu. Dari luar seperti tidak terlihat adanya pertumbuhan… namun engkau terus tumbuh dari dalam… dan akan ada saatnya nanti kau akan berdiri tegak menjulang tinggi dalam waktu yang cepat.

Anakku sayang..
Saat ini pun, mereka yang menyayangimu pun mulai menyampaikan kepada ayah bunda betapa mereka melihat perubahanmu, nak. Mulai dari oma, tachi, tety, uti, gurumu di sekolah… mereka melihat perubahanmu nak.. dan mereka mengapresiasinya. Mereka senang sekali melihat engkau terus tumbuh ke arah yang lebih baik.

Anakku sayang…
Teruslah tumbuh…
Teruslah menjadi pribadi yang lebih baik…
Teruslah berproses…
Carilah ridho Allah dalam semua prosesnya…

Doa kami untukmu…

Peluk hangat.

Ayah

Leave a Reply