Relationship Coach

Anda tidak sadar sudah di STADIUM 3!

stadium 3 konflikBerapa banyak diantara anda yg masih merasa sehat tapi rajin berkunjung ke dokter?

Berapa banyak yg merasa dirinya sehat, dan sadar bahwa dia bukan hanya merasa sehat… Tapi kondisi sehat yg dirasakannya adalah merupakan konsekuensi logis dari kebiasaan yg dilakukan?
Rajin olahraga, pola makan yg benar dan teratur, istirahat yg cukup, pola pikir yg positif, dll..

Berapa banyak pula yg hanya cukup dg merasa sehat, tapi tidak mau menjaga pola makan, tidak olahraga, istirahat kurang, sering berpikir negatif?

Berapa banyak lagi yg benar2 pura2 merasa sehat, walaupun dia tahu persis sdg ada masalah kesehatan?

Saya tidak tahu anda masuk dalam kategori merasa sehat yang mana…
Yang manapun kategorinya… Katakanlah anda merasa diri anda sehat, adakah diantara anda yg ingin dengan rutin berkunjung ke dokter?

Saya yakin persentasenya tidak banyak, bahkan boleh dibilang kecil sekali.
Sebagian besar dari kita baru mulai ‘melirik’ dokter pada saat mulai merasa kurang sehat, sakit, batau malah sudah sakit yang cukup parah…

Lalu apa hubungannya dgn masalah relationship, masalah pernikahan, hubungan suami istri?
Erat sekali hubungannya!

Saya berani jamin, sangat sedikit persentasenya orang yg dgn secara sengaja mencari artikel tentang pernikahan, buku2, datang ke seminar atau berkonsutasi kpd seorang konsultan pernikahan (marriage counselor) pada saat ‘merasa’ pernikahannya aman2 saja.

Hampir bisa dipastikan, mereka yang kemudian akhirnya ‘terpikir’ untuk mulai baca2 artikel, buku, cari informasi ataupun berusaha untuk berkonsultasi ke konsultan pernikahan, biasanya sudah mengalami hubungan yang kurang baik dengan pasangan, komunikasi yang memburuk, pertengkaran, atau sudah diambang kehancuran.

Mungkin yang sedikit membedakan dengan kalau kita ke dokter, dari pengamatan kami ternyata mereka yang akhirnya mulai mencari info2, artikel, buku, atau konseling, seringkali sudah dalam kondisi ‘STADIUM 3’, sudah dalam kondisi yang cukup kronis dan parah.

Sebuah kondisi yg sangat disayangkan…
Sebuah kondisi yg sebenarnya dapat dicegah..

Ternyata pepatah lama yang bunyinya:
MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI
masih sangat relevan dalam masalah ini…

Lalu bagaimana selajutnya?
Bagaimana supaya tidak terlanjur masuk ke stadium 3?
Bagaimana bisa sadar sewaktu masih di stadium 1-2?
Apa yang harus dilakukan?
Apa pencegahannya?
Kalau sudah terlanjur di stadium 3, harus bagaimana?
Sikap apa yang harus dimiliki dalam proses ini?
Siapa yg harus bertanggung jawab?

Terus ikuti artikel2 berikutnya ya :)

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @noveldy

Leave a Reply